Pengembangan Kampung Wisata Nelayan Puger, Kabupaten Jember

Selasa, 01 November 2011


Dewasa ini, sebagian besar (99,98%) usaha perikanan di Indonesia dilakukan oleh usaha perikanan rakyat dan sisanya (sekitar 0,02%) merupakan usaha perikanan industri. Salahsatu kawasan pantai yang memberikan sumbangan terbesar dalam produksi perikanan,yakni pantai Utara-Selatan Jawa. Kawasan pantai ini umumnya dimanfaatkan untuk arealpenangkapan ikan, transportasi laut, pelestarian alam, budidaya laut, budidaya tambak, pariwisata, dan permukiman (kampung) nelayan yang merupakan bagian dari kehidupan bermukim masyarakat di kawasan pesisir.


Pantai Puger yang berada di wilayah Kecamatan Puger Kabupaten Jember Provinsi JawaTimur merupakan salah satu kawasan yang selama ini dikenal sebagai lokasi pendaratan ikan yang cukup besar di Kabupaten Jember. Wilayah Puger yang sebagian besarpenduduknya adalah nelayan, pengolah ikan, dan pedagang ikan, terdiri dari Desa PugerWetan dan Puger Kulon. Kampung Nelayan Desa Puger Wetan berada di kawasan tepi Sungai Bedadung, sedangkan Kampung Nelayan Desa Puger Kulon berada di kawasantepi Sungai Besini. Kedua kampung nelayan tersebut dibatasi oleh kawasan Pangkalan Pendaratan Ikan (PPI) Puger yang tertetak di tepi muara kedua sungai tersebut menujuSamudera Indonesia.


Kampung Wisata merupakan suatu bentukan wisata dimana masyarakat lokal yang diharapkan akan membangun, memiliki dan mengelola langsung fasilitas wisata danpelayanannya, sehingga masyarakat diharapkan dapat menerima secara langsungkeuntungan keuntungan ekonomi maupun keuntungan lainnya dari pariwisata. Bentukkongkritnya berupa kampung yang digunakan untuk wisata karena potensi alami yang minimakan unsur artifisial pada kondisi alam dan dinamika masyarakat tradisionalnya. Jadi konsepkampung wisata merupakan wisata terhadap kampung dengan segala nuansanya, bukankampung buatan atau segala sesuatu yang di-kampung-kan/dibuat semirip mungkin dengan kampung.


Pengembangan konsep Kampung wisata ini mengalami beberapa hambatan/ masalah pada keadaan eksisting di lapangan, diantaranya adalah :

1. Zonasi permukiman yang belum tertata secara optimal, sehingga terkesan kotor dan kumuh.
2. SDM masyarakat kampung yang masih tergolong rendah.
3. Kurangnya sarana dan prasarana penunjang, terutama fasilitas PPI yang kurang memadai.


Dari semua permasalahan tersebut, dibawah ini merupakan beberapa pemecahan atau penjabaran konsep yang mungkin dapat dilakukan setelah mengkaji pembahasan di atas.


Pendekatan Pengembangan

Community tourism atau wisata komunitas (pariwisata berbasis masyarakat) adalah sebuah bentuk pariwisata yang bertujuan untuk memasukkan dan menguntungkan masyarakat lokal, terutama masyarakat pribumi dan masyarakat pedesaan/perkampungan.Sebagai contoh, masyarakat pedesaan memandu turis di desa mereka, mengatur suaturencana bersama-sama dan membagi keuntungan bersama-sama pula. Pariwisata ini membuka dunia petualangan dan berbagai macam kesempatan. Sebuah wisata komunitasyang baik akan mampu membawa wisatawan menjalani alur wisata tersebut. Wisatawanakan bertemu masyarakat dan mempelajari hal-hal tentang mereka lebih jauh serta kebudayaan mereka daripada jenis wisata biasa.


Keistimewaan lainnya adalah kepeduliannya terhadap budaya lokal, warisan budaya, dan tradisi. Seringkali, pariwisata berbasis komunitas ini memperkuat dan menyelamatkan budaya tersebut. Dengan cara yang sama pula, pariwisata berbasis komunitas begitumenghormati dan memberi perhatian kepada warisan alam, dimana potensi lingkunganmenjadi salah satu atraksi yang ditawarkan. Pariwisata berbasis komunitas dikembangkandengan beberapa cara, struktur, tujuan, dan tema yang didasarkan pada kondisi lingkungan,pola pertumbuhan, nilai budaya dan tingkat perkembangannya.

Wisata komunitas, sebagaimana dikemukakan oleh WWF (World Wildlife Fund),adalah melakukan perjalanan ke kawasan yang dihuni oleh masyarakat yang memiliki cirikhusus dan relatif asli dengan minat khusus untuk mempelajari, mengagumi, sertamenikmati pemandangan dan aktivitas masyarakat dengan segala manifestasi budayanya.


Desa/Kampung Wisata

Pengembangan desa/kampung wisata sebagai objek dan daya tarik akan berhubungan dengan wisatawan atau pengunjung yang tinggal di suatu desa/kampungtradisional atau dekat dengan desa/kampung tradisional, atau hanya untuk kunjungansinggah dimana lokasi desa wisata ini biasanya terletak di daerah terpencil. Wisatawan ataupengunjung tidak hanya menyaksikan kebudayaan tradisional, tetapi biasanya ikut langsungberpartisipasi dalam kegiatan masyarakat setempat.

Pendekatan perencanaan pengembangan desa/kampung wisata yang biasa dilakukanadalah community approach atau community based development. Dalam hal ini masyarakatlokal yang akan membangun, memiliki dan mengelola langsung fasilitas wisata dan pelayanannya, sehingga masyarakat diharapkan dapat menerima secara langsung keuntungan ekonomi serta mencegah terjadinya urbanisasi. Penekanan pada pola kehidupantradisional merupakan hal penting yang harus dipertimbangkan, mempersiapkan interaksispontan antara masyarakat dan wisatawan atau pengunjung untuk dapat memberikanpengertian dan pengetahuan pengunjung tentang lingkungan dan kebudayaan setempat,selain memberikan rasa bangga masyarakat lokal terhadap kebudayaannya.

Pembangunan penginapan tradisional yang sederhana dengan menggunakan bahanlokal, metode dan bentuk tradisional diharapkan dapat memberikan kesan tersendiri bagipengunjung, termasuk penyajian masakan tradisional. Perlu dipertimbangkan pula jumlahpenginapan, jenis transportasi tradisional, dan lain-lain. Penataan zona dan penataanlingkungan alam sekitar desa/kampung perlu dilakukan selain penyediaan fasilitas bagiwisatawan atau pengunjung. Dalam penataan zona untuk desa wisata perlu dipertimbangkan front staged an back stage atau daerah depan dan daerah belakang.


Konsep Kampung Wisata Nelayan dalam Community Tourism

Kampung Wisata merupakan suatu bentukan wisata dimana masyarakat lokal yangdiharapkan akan membangun, memiliki dan mengelola langsung fasilitas wisata danpelayanannya, sehingga masyarakat diharapkan dapat menerima secara langsungkeuntungan keuntungan ekonomi maupun keuntungan lainnya dari pariwisata. Bentukkongkritnya berupa kampung yang digunakan untuk wisata karena potensi alami yang minimakan unsur artifisial pada kondisi alam dan dinamika masyarakat tradisionalnya. Jadi konsepkampung wisata merupakan wisata terhadap kampung dengan segala nuansanya, bukankampung buatan atau segala sesuatu yang di-kampung-kan/dibuat semirip mungkin dengankampung.

Penekanan pada pola kehidupan tradisional merupakan hal penting yang harusdipertimbangkan, mempersiapkan interaksi spontan antara masyarakat dan wisatawan ataupengunjung untuk dapat memberikan pengertian dan pengetahuan tentang lingkungan dankebudayaan setempat, selain memberikan rasa bangga masyarakat lokal terhadapkebudayaannya. Wisatawan atau pengunjung tidak hanya menyaksikan kebudayaantradisional, tetapi biasanya ikut berpartisipasi dalam kegiatan masyarakat setempat.Sedangkan konsep kampung wisata nelayan adalah kampung nelayan yang dijadikan objek wisata yang bersinergi antara potensi wisata berupa wisata alam pantai (laut-sungai) dan wisata perikanan laut.

Bentuk community tourism dipilih sebagai bentukan wisata dalam konsep ini sebagaiupaya pelibatan masyarakat nelayan lokal dalam kegiatan wisata. Jadi, dalam konsepkampung wisata nelayan, masyarakat lokal dilibatkan pada kegiatan-kegiatan yangdirencanakan seperti pemandu wisata dimana penduduk memberikan pengertian danpengetahuan kepada pengunjung tentang lingkungan dan kebudayaan nelayan setempat,sebagai host parents homestay, pengajar ketrampilan, performing arts maupun kegiatanlainnya. Pelibatan ini bertujuan untuk memberdayakan masyarakat kampung nelayan,terutama dalam bidang wisata, namun yang paling penting adalah membuat masyarakatlokal menyadari bahwa segala yang mereka miliki termasuk kearifan lokal yang terdapatdidalamnya sebagai sesuatu yang berharga yang layak untuk dilestarikan.


Landasan Konsepsual Pengembangan

Pengembangan Kampung Wisata Nelayan Puger sebagai bentuk community tourismmemiliki beberapa konsep dalam perencanaan kawasan dan penataan kegiatan wisata yang akan dikembangkan didalamnya. Konsep-konsep tersebut adalah:

1. Konsep penataan kawasan dan obyek-obyek wisata tetap mempertimbangkan keseimbangan ekologi dan karakteristik masing-masing objek.

2. Konsep pengembangan kegiatan wisata dibagi kedalam dua jenis yaitu: (a) wisata utama, yakni kegiatan wisata yang mendapat prioritas pengembangan yangdidasarkan pada ketersediaan potensi dan kemampuannya untuk menyerapbanyak pengunjung; (b) kegiatan wisata penunjang, yakni merupakan kegiatanwisata yang direncanakan dengan tujuan menahan wisatawan agar tinggal lebihlama di daerah tujuan wisata, serta (c) kegiatan pelayanan yang memiliki tujuanuntuk mengakomodasi kebutuhan wisatawan pada saat berwisata.

3. Konsep memadukan kegiatan wisata – baik wisata alam, wisata nelayan, maupun wisata sosial budaya – menjadi kegiatan wisata yang didasarkan pada konsepyang berkaitan dengan spasial pariwisata, karakteristik kegiatan, lokasi kegiatandan masa tempuh kegiatan.

4. Konsep perjalanan konsep wisata berupa perlawatan keliling, yaitu gabungan beberapa lokasi atraksi dan objek wisata menjadi satu rangkaian yang utuh.Kelebihan konsep ini adalah mencegah penggunaan fasilitas dan rute perjalananwisata yang berulang-ulang. Sedangkan kelemahan konsep ini adalah tidak dapatditerapkan apabila letak antara atraksi dan obyek wisata terlalu jauh karenaadanya kendala topografi. Kelemahan ini dapat disiasati dengan pengadaankendaraan yang akan mengangkut pengunjung dari satu kawasan wisata kekawasan wisata lainnya.

5. Konsep pengembangan kawasan kegiatan wisata nelayan didasarkan pada daya dukung lahan terhadap karakter visual dan zona kawasan. Pada setiap kawasankegiatan terdapat pembagian daerah menjadi dua, yakni daerah depan dandaerah belakang. Daerah depan sebagai area penerimaan dan area pelayanan,sedangkan daerah belakang sebagai daya tarik utama atau merupakan lokasitempat berlangsungnya kegiatan wisata.

6. Konsep penataan kawasan, dimana setiap kawasan kegiatan wisata nelayan dibagi ke dalam dua zona(stag e), yakni front stage (zona depan) dan back stage(zona belakang). Front stage adalah tempat pengalaman buatan/artifisial yangberfungsi untuk menarik wisatawan atau memberikan kesan awal, terbagi kedalam dua area, yakni welcome area (area penerimaan) dan service area (areapelayanan). Back stage (zona belakang) merupakan daerah dengan daya tarikutama atau tempat kegiatan tersebut berlangsung. Antar area dalam duastag etersebut dihubungkan oleh jalur sirkulasi, baik jalan primer atau sekunder.

7. Konsep sirkulasi yang dikembangkan didasarkan pada pola yang sudah tersedia berupa jalan primer (utama) dan jalan sekunder (penunjang). Jalur sirkulasi inimenghubungkan main gate/entrance dengan kawasan kegiatan wisata dan antarkawasan kegiatan wisata yang juga berfungsi sebagai koridor wisata(circul ati on corridor).

8. Konsep pelibatan atau partisipasi masyarakat yang didasarkan pada hasil kuisioner mengenai persepsi mereka dan keinginan warga untuk berpartisipasi,dimana pelibatan tersebut disesuaikan dengan kemampuan dan ketrampilan yangdimiliki warga lokal tersebut.

9. Konsep pengelolaan – berupa pengelolaan wisata yang berbasis masyarakat –berarti masyarakat lokal membangun, memiliki dan mengelola segala asetwisatanya. Namun, disini dibutuhkan suatu pihak yang mengenalkan ataupunpihak yang memberikan ide-ide pengembangan yang sifatnya merintis hal-halyang belum ada untuk dikenalkan kepada masyarakat lokal, melalui kegiatanpemberian teladan,asse s sm ent, evaluasi dan monitoring.

Dari semua penjabaran konsep yang ada, yang terpenting adalah peran pemerintah serta masyarakat dalam pengembangan konsep ini secara berkelanjutan untuk kemajuan sektor pariwisata pesisir serta perikanan kelautan untuk mendukung peningkatan perekonomian masyarakat lokal.

IPku turuun .. :(

Jumat, 21 Januari 2011


Banyak alasan kenapa IP semester 3 ini turun. Mungkin aku terlalu banyak maen, jalan, ini, ituuuu. Yang pasti adalah karena aku sedikit lupa sama Allah. Ibadahku kurang! Boleh dibilang lebih banyak dosanya dari nyari pahalanya! T.T .. Daaaaaaaaaan, yang sedikit aku ga ikhlas IPku turun disini adalah faktor DOSEN ! Ga dipungkiri oleh semua mahasiswa, dosen juga mempengaruhi nilai! dan, itu terjadi pada saya.

IP yang aku dapat ya itu usahaku. Itu pertanggung jawabanku ke kedua orang tuaku. Cuma ini yang mungkin buat orang tuaku seneng.

*Maaf ma, maaf Pak .. Semester depan aku naikin IPnya.. :) hehehe

Tapi Allhamdulillaah, buat semester 3 ini IPK masih naik .. wkwkwk *dancing*

Video Moron :D

Selasa, 18 Januari 2011

Kalo belakangan sinta jojo terkenal banget dengan video lipsyncnya yang diunduh di youtube, sekarang aku mencoba peruntungan yang sama ... hahaha .. buukan untuk cari popularitas seperti mereka, video ini aku buat karena keadaan setengah sadar atau boleh dibilang stress akut a.k.a frustasi a.k.a autis karena ngerjain tugas kuliah waktu itu .. Emang aku agak kaget dengan tugas yang satu itu, pertama dengan ketebalan yang MasyAllahh, kesulitan yang Naudzubillah, dan kesulitan yang Astaghfirullah .. heheheh :D

Ini nih videonya, yang dibuat di kamar kostku , bersama sang sahabat yang tidak normal akal dan kelakuannya ..
hahahahaha :D


itu videoo yang dibuat pertama kalii.. pake lagu dari Barry Likumahuwa judulnya Mati Saja ...
Keliataan banget autisnya ya ... hwhwhhwh :D

Lanjut nih ada video kedua kitaa, judulnya Kota Santri.. nih ide dari Saka,, ada -ada tuh anak,, kok kepikiran ya mau pake lagu itu .. hahaha
cekidot :

(versi gagal)


(full version) hahaha :D


cukup sekian, terima kasih ..
video diatas cuma buat lucu-lucuan, jika ada kesamaan nama, karakter, tempat, itu kayanya ga disengaja ... hahaha

Studio oh Studio ...

Senin, 17 Januari 2011

Inilah tugas terberat di Semester 3 yang udah selesei minggu lalu. Gilaaa baru ini deh ngerjain tugas yang tebelnyaa lebih dari 200 lembar. Prosesnya juga ga tanggung-tanggung, bukan hasil coppas dari mbah google, tapi emang hasil dari tangan kita . meskipuun ada dikiit(lah) coppas atau istilah kita di Surabaya itu "Mbacem" dari tugas senior kita.

Tapi Allhamdulillah akhinya selesei juga ni tugas :)
Semoga hasilnya memuaskann ..
Smoga studio2 berikutnya dikasi kelancran ngerjainnya ma Allah SWT ..
Amin ..

Makasiih Ya Allaaah :D

Ini nih penampakannya : :))


Pluralisme

Orang berkata bahwa karena memiliki persamaan makanya cocok untuk menjalin hubungan. orang berkata bahwa karena kita memiliki hobi yang sama maka kita bisa menjadi pasangan. orang berkata bahwa kita berbeda, makanya kita gag akan pernah cocok. orang berkata bahwa kita itu gag memiliki kesamaan, maka gag mungkin kita bersatu, karena akan menimbulkan konflik terus menerus.


ah, semua itu hanyalah omongan orang-orang yang tidak mengerti akan perbedaan.. orang yang gag memahami akan arti Bhinneka tunggal ika. orang yang kurang bijak dalam menghadapi perbedaan.

bukankah perbedaan itu indah? bukankah dengan perbedaan kita menjadi lebih bisa saling menghargai? saling memahami? serta saling mengisi? itulah makna perbedaan yang kupahami. bukan untuk dijadikan alasan untuk saling menjatuhkan, saling membenci, dan saling menjauhi. tetapi untuk saling mengerti dan mengisi.

dalam Al-Qur’an disebutkan bahwa Allah menciptakan manusia itu bersuku-suku agar untuk saling mengenal. dari sini bisa kita tarik sebuah makna bahwa sang pencipta pun sengaja menjadikan manusia itu beragam agar bisa saling mengenal, saling memahami dan berinteraksi.

sama hal nya dengan cinta. banyak orang menolak cinta seseorang hanya karena mereka berbeda, baik dari suku, agama, ras, kepribadian, hobi, dan perbedaan lainnya. padahal dia pun memiliki perasaan yang sama terhadap orang tersebut. nah lho? apa yang terjadi jika begini?

bukankah jika kita bisa memadukan dua perbedaan tersebut maka kita akan bisa hidup berdampingan bersama-sama selamanya?

yah, terkadang membuat opini memang gampang, tetapi menjalani jauh lebih sulit dari sekedar membuat opini. hehehe… tetapi setidaknya kita bisa memulai untuk tidak meributkan perbedaan-perbedaan yang kecil agar bisa menjadi sebuah persatuan. jika memang mencakup hal yang mendasar (idealisme) ya semua akan kembali kepada keputusan dua belah pihak. tetapi jika hal tersebut tidak begitu mendasar, maka cobalah untuk menjadikan perbedaan itu sebagai alasan untuk menyatukan dua hati yang belum menyatu.

mengalah adalah sebuah cara efektif untuk bisa menjalani hubungan dalam perbedaan. tetapi tetap harus pada alurnya. jangan sampai mengalah yang kebablasan.

and finally, dare to be different… karena perbedaanlah yang membuatku menyayangi seseorang. karena perbedaanlah yang membuatku ingin mengenal dunia. karena jika yang kita temui selalu sama, maka kita tidak akan pernah berkembang. akan selalu stag di satu titik.

selamat berbeda teman-teman :D
#enjoypluralisme

http://muda.kompasiana.com/2010/11/24/perbedaan-yang-membuatku-menyayangimu-cinta-dalam-cerita/

Semua hanya kebetulan? TIDAK!!

Jumat, 14 Januari 2011

Tidak ada suatu kebetulan di dunia ini .. 
Semua yang kita jalani adalah rencana Tuhan ... 

Kita bisa merencanakan apa yang kita inginkan ... 
Tapi semua yang kita dapat jauh dari angan ... 
Karena semua itu Tuhan yang merencanakan ... 

Kita bisa berusaha dengan maksimal ... 
Tapi semua usaha itu jauh dari keberhasilan ... 
Karena, Keberhasilan itu Tuhan yang merencanakan ... 

Kita bisa mencoba melupakan seseorang ... 
Tapi yang terjadi dia bisa ada di pikiranmu setiap saat ... 
Karena, semua itu rencana Tuhan ... 

Saya percaya, Allah sudah merencanakan semuanya, TIDAK ADA kebetulan sedikitpun tentang hidup kita ...
Saya hanya berdoa , dimudahkan untuk menjalani rencana Tuhan itu ...

Jangan pernah mencoba untuk mengingkari jalanNya ..


Transmigrasi hanya Proyek Politik Kependudukan belaka ?

Senin, 03 Januari 2011

Perpindahan dari kota ke desa ini bukan hanya terjadi pada saat ini saja. Program transmigrasi pertama kali dilakukan di Indonesia pada saat masa penjajahan Belanda dahulu. Dimulai pada tahun 1905 yang dikenal dengan program Kolonisasi dengan penempatan pertama sejumlah 155 KK transmigran yang berasal dari daerah Kedu, Jawa Tengah ke Bagelen Gedong Tatuan (sekarang menjadi Ibu Kota Kabupaten Resawan, Provinsi Lampung), 25 km sebelah barat Kota Bandar Lampung.

Program Kolonisasi milik Belanda yang diteruska secara terorganisir maupun spontan hingga kini tersebut mempengaruhi komposisi demografi di daerah tujuan transmigran. Misalnya di Kabupaten Pulau Pisang, komposisi penduduknya menurut angka WWF, sekarang menjadi 95% etnik jawa dan 5% etnik dayak. Fakta seperti itu hanya akan menimbulkan problem baru di daerah tujuan transmigran. Kehadiran transmigran baru yang berasal dari strata sosial lapisan bawah itu hanya akan menimbulkan problem baru di daerah tujuan transmigrasi mereka. Apalagi jika mereka tidak bisa beradaptasi dan berintegrasi dengan penduduk asal dan bersikeras dengan Ghettoisme atau fanatisme kedaerahan budaya mereka, yang terjadi hanyalah seperti kasus Sampit tahun 2000.

Pada zaman orde baru, proyek politik kependudukan berupa transmigrasi ini pernah disusun sebagai "Javanisasi" Indonesia yang meregresi budaya lokal seperti yang terjadi di Kalimantan Tengah pada saat itu. Proyek ini disinyalir hanyalah upaya Soeharto untuk melanggengkan kekuasaan imperiumnya. Hal seperti inilah yang harusnya dikaji ulang agar transmigrasi tidak menjadi salah satu sumber konflik di daerah tujuan transmigran.

Proyek politik kependudukan berkedok "Transmigrasi" saat ini hanya digunakan sebagai alternatif di tengah laju pertumbuhan penduduk Indonesia yang sekarang lebih dari 2% per tahun. Apakah tidak ada alternatif kebjakan lain untuk mentransmigrasikan rakyat berasal dari starata sosial lapisan bawah yang hanya bermodalkan kaki, tangan, dan kepala? Yang nantinya mereka hanya akan menjadi sumber konflik di daerah tujuan transmigran? Berbeda dengan kebijakan "Migrasi selektif" yang dijalankan Pemerntahan Perancis dibawah kekuasaan Nicolas Sarkozy yang memperketat Migrasi bagi imigran tenaga kerja tidak terampil. Pemerintah Prancis akan menolok permohonan migrasi jika pemohon bukan termasuk profesional terdidik atau tidak memiliki keterampilan kerja.

Konsep seperti itu bisa diterapkan sebagai kebijakan baru oleh pemerintah Indonesia agar para transmigran tidak hanya menjadi "pemicu" konflik, tetapi menjadi "perangsang" masyarakat lokal untuk membangun daerah transmigrasi lebih baik lagi.

Pemindahan penduduk, jika itu dilakukan, harusnya didasari oleh "Human Intelligent". Pemerintah dapat "memanfaatkan" para tenaga kerja trampil untuk "dipindahkan" agar dapat mengembangkan kehidupan sosial dan ekonomi yang maju di daerah tujuan transmigran. Bukan sebaliknya, "mengusir" rakyat ke "pedalaman" demi kepentingan developmentalisme semata.

Raden Mohammad Eddo Sapratama
Mahasiswa PWK-ITS